{"id":1308,"date":"2018-11-22T10:13:23","date_gmt":"2018-11-22T03:13:23","guid":{"rendered":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/?p=1308"},"modified":"2019-08-07T09:59:59","modified_gmt":"2019-08-07T02:59:59","slug":"pendidikan-teologi-dan-peran-dosen-di-abad-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/?p=1308","title":{"rendered":"Pendidikan Teologi dan Peran Dosen di Abad 21"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section bb_built=&#8221;1&#8243;][et_pb_row][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243;][et_pb_text _builder_version=&#8221;3.3.1&#8243;]<\/p>\n<p align=\"center\"><b><span lang=\"EN-US\">PENDIDIKAN TEOLOGI <\/span><\/b><b>D<\/b><b><span lang=\"EN-US\">AN PERAN <\/span><\/b><b>DOSEN<\/b><b> <\/b><b>DI<\/b><b><span lang=\"EN-US\"> ABAD 21<\/span><\/b><b>\u00a0<\/b><br \/>\n<b>(Pdt. Junihot Simanjuntak, M.Th)<\/b><\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Lee Wanak <\/span>dalam buku yang berjudul <span lang=\"EN-US\">Educating For Tomorrow<\/span> (2002) memberi gambaran tentang\u00a0 tren global di wilayah Asia Pasifik yang didasarkan pada metamorphosis di dalam peran-peran dan gaya\u00a0 mengajar.<\/p>\n<p>Ada dua isu penting yang sangat berguna bagi pengembangan\u00a0\u00a0 ilmu dan gaya mengajar di sekolah teologi pada abad 21 ini. Kedua isu tersebut adalah:<\/p>\n<p>Pertama, isu perubahan bentuk\u00a0 pendidikan teologi di abad 21.\u00a0 Menurut Wannak banyak model pendidikan yang berasal dari abad 20 dinilai tidak\u00a0 lagi relevan untuk dipakai di abad 21.\u00a0 Oleh sebab itu Lee menggambarkan tujuh bentuk\u00a0 perubahan yang akan dihadapi oleh pendidikan teologi di abad 21 sebagai ganti model pendidikan dari abad 20, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Berubah dari dispenser informasi ke sumber daya. S<span lang=\"EN-US\">iswa <\/span>teologi perlu dibimbing <span lang=\"EN-US\">berpikir kreatif dan kritis, ketimbang menyuap<\/span>i<span lang=\"EN-US\"> jawab<\/span>an kepada siswa<span lang=\"EN-US\">,<\/span> sebagai warisan masa lalu.<\/li>\n<li>Berubah dari me<span lang=\"EN-US\">nyimpan pengetahuan kepada <\/span>pemecahan masalah. Metode pendidikan tradisional yang hanya sekedar menyimpan pengetahuan di dalam kepala para siswa diubah dengan metode pembuktian seperti pelatihan, simulasi, studi kasus, diskusi kelompok dan pengembangan proyek.\u00a0 Dosen teologi <span lang=\"EN-US\">perlu <\/span>mengembangkan diri dengan keahlian-keahlian yang aplikatif<span lang=\"EN-US\">, analisis, sintesis<\/span>, dan <span lang=\"EN-US\">evalua<\/span>tif untuk merekonstruksi<span lang=\"EN-US\"> pemikiran kritis <\/span>bagi<span lang=\"EN-US\">siswa<\/span>nya<span lang=\"EN-US\">.<\/span><\/li>\n<li>Berubah dari teknologi rendah ke gaya pengajaran teknologi tinggi. Metodologi\u00a0 pendidikan dengan gaya kelas akan ditinggalkan, orang-orang akan belajar melalui metodologi teknologi tinggi, seperti kursus-kursus yang berbasis internet.<\/li>\n<li>Berubah dari pendidikan lokal ke pendidikan global. P<span lang=\"EN-US\">endidik-pendidik<\/span>teologi <span lang=\"EN-US\">harus mampu men<\/span>gajarkan<span lang=\"EN-US\"> keaneka ragaman<\/span> yang akan memberi <span lang=\"EN-US\">makna<\/span>yang <span lang=\"EN-US\">lebih besar dari komunikasi global. <\/span>Tugas dosen adalah memandu siswanya untuk berpikir.<\/li>\n<li>Berubah dari generalisasi ke spesialisasi ke fokus cabang ilmu pengetahuan.\u00a0 Di <span lang=\"EN-US\">abad 21, sekolah-sekolah <\/span>teologi akan lebih <span lang=\"EN-US\">mengembangk satu fokus <\/span>dari satu cabang ilmu pengetahuan yang berpusat di <span lang=\"EN-US\">sekitar <\/span>konteks <span lang=\"EN-US\">isu-isu<\/span>yang <span lang=\"EN-US\">specifik. <\/span>Fakultas diperluas <span lang=\"EN-US\">dengan spesialis<\/span>asi <span lang=\"EN-US\">tambahan yang berarti, untuk menampung bidang-bidang <\/span>studi <span lang=\"EN-US\">yang baru<\/span>.<\/li>\n<li>Dari teologi klasik ke teologi holistik. Pendidikan teologi yang h<span lang=\"EN-US\">olisti<\/span>k memadukan\u00a0 interaksi <span lang=\"EN-US\">antara teori dan praktek di dalam <\/span>kurikulum <span lang=\"EN-US\">dan <\/span>di dalam keseluruhan <span lang=\"EN-US\">program<\/span>.<\/li>\n<li>Dari yang bukan peraturan ke akreditasi dan surat kepercayaan. <span lang=\"EN-US\">Sekolah-sekolah menghendaki akreditasi dari <\/span>badan<span lang=\"EN-US\"> pemerintah dan dari organisasi-organisasi akreditasi <\/span>independen.<b> <\/b><span lang=\"EN-US\">Para anggota fakultas<\/span> <span lang=\"EN-US\">perlu meningkatkan mutu studi-studi mereka <\/span>secara<span lang=\"EN-US\"> formal<\/span> dengan tiga \u00a0bidang perhatian : <span lang=\"EN-US\">akademis,<\/span>pelayanan dan <span lang=\"EN-US\">formasi spiritual<\/span>.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ketujuh gagasan model perubahan pendidikan yang berkembang di abad 21 diatas dibutuhkan sebagai gagasan pendorong bagi para pendidik \u00a0untuk melakukan percobaan dan inovasi yang relevan dengan konteks mereka sebagai pemimpin Kristen.<\/p>\n<p>Isu yang kedua yang sangat berguna untuk pengembangan ilmu mendidik dosen teologi adalah <strong>m<\/strong>asalah pemeliharaan karunia pengajaran. Terkait dalam pemeliharaan karunia pengajaran ini, Lee menunjukkan lima karakteristik yang dibutuhkan oleh para dosen teologi:<\/p>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">Persfektif Alkitab<\/span>. <span lang=\"EN-US\">Alkitab <\/span>harus menjadi dasar kualitas karaktristik<span lang=\"EN-US\"> para guru dan para pemimpin Kristen<\/span>.<span lang=\"EN-US\"> Para siswa <\/span>yang diajar di sekolah teologi <span lang=\"EN-US\">tidak mengingat banyak ceramah kuliah atau khotbah-khotbah, tetapi<\/span> yang paling melekat pada ingtan mereka adalah <span lang=\"EN-US\">karakter, sikap-sikap, dan <\/span>pengorbanan yang ditunjukkan oleh dosen kepada mereka<span lang=\"EN-US\">. <\/span><\/li>\n<li>Persfektif\u00a0 ilmu-ilmu sosial. Ilmu-ilmu sosial jika dipakai dalam pendidikan akan memberi manfaat besar bagi pengembangan ilmu mendidikan Ilmu-ilmu sosial seperti psikologi pendidikan membantu para pendidik memberi informasi dan penilain terhadap sifat orang-orang yang dididik. Sosiologi menolong guru mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dalam bidang pendidikan. Teori kurikulum memandu guru menyuguhkan pelajaran yang terstruktur. Teknologi menolong guru lebih efisien dalam memberi instruksi.<\/li>\n<li>Menjembatani teks dan konteks. Para pendidik sekolah teologi bertugas menjembatani teks masa lampau dan konteks masa kini, ilmu mendidik masa lampau dan pendekatan modern ke formasi akademik, spritual, dan formasi pelayanan. <span lang=\"EN-US\">Roh Kudus <\/span>sebagai peserta aktif dalam pengembangan karunia mengajar<span lang=\"EN-US\">adalah pemandu <\/span>utama para pendidik <span lang=\"EN-US\">di dalam proses ini (1 Kor. 2:9-16). <\/span><\/li>\n<li><span lang=\"EN-US\">Mengembangkan <\/span>keahlian-keahlian mendidik.<span lang=\"EN-US\"> Studi ini mengidentifikasi tujuh prinsip dari praktek yang baik di dalam <\/span>mendidik<span lang=\"EN-US\"> mahasiswa\u00a0<\/span>sebelum meraih gelarnya, ketujuh prinsip tersebut adalah: p<span lang=\"EN-US\">raktek mendorong <\/span>terjadinya kontak\u00a0 dosen \u2013 mahasiswa, p<span lang=\"EN-US\">raktek mendorong korporasi antar para siswa<\/span>, p<span lang=\"EN-US\">raktek mendorong pelajaran aktif<\/span>,\u00a0 p<span lang=\"EN-US\">raktek memberi umpan balik<\/span>, p<span lang=\"EN-US\">raktek menekankan waktu d<\/span>alam<span lang=\"EN-US\"> tugas<\/span>, p<span lang=\"EN-US\">raktek <\/span>meng<span lang=\"EN-US\">komunikasikan harapan-harapan <\/span>yang <span lang=\"EN-US\">tinggi<\/span>, dan praktek menggali t<span lang=\"EN-US\">alenta-talenta<\/span>.<\/li>\n<li>Belajar dari umpan balik. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dari hasil praktek mengajar kita, <span lang=\"EN-US\">kita <\/span>juga perlu meminta<span lang=\"EN-US\"> evaluasi<\/span> dari rekan <span lang=\"EN-US\">guru <\/span>dan<span lang=\"EN-US\">siswa <\/span>kita.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kelima gagasan ini dibutuhkan sebagai alat pacu pengembangan potensi dan kinerja dari para pendidik teologi yang sangat dibutuhkan di Indonesia,\u00a0 sebagai saksi hidup dari berita Alkitab yang\u00a0 iman Kristennya terintegrasi kepada praktek hidup sehari-harinya.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><div class=\"et_pb_row et_pb_row_0 et_pb_row_empty\">\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div> PENDIDIKAN TEOLOGI DAN PERAN DOSEN DI ABAD 21\u00a0 (Pdt. Junihot Simanjuntak, M.Th) &nbsp; Lee Wanak dalam buku yang berjudul Educating For Tomorrow (2002) memberi gambaran tentang\u00a0 tren global di wilayah Asia Pasifik yang didasarkan pada metamorphosis di dalam peran-peran dan gaya\u00a0 mengajar. Ada dua isu penting yang sangat berguna bagi pengembangan\u00a0\u00a0 ilmu dan gaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-1308","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel_pak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1309,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1308\/revisions\/1309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}