{"id":1538,"date":"2018-12-01T09:26:48","date_gmt":"2018-12-01T02:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/?p=1538"},"modified":"2019-08-07T10:12:18","modified_gmt":"2019-08-07T03:12:18","slug":"kerajaan-dan-gereja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/?p=1538","title":{"rendered":"Kerajaan Dan Gereja"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section bb_built=&#8221;1&#8243;][et_pb_row][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243;][et_pb_text _builder_version=&#8221;3.3.1&#8243;]<\/p>\n<p><strong>Oleh: Tjahjadi Chandra, M.Th.<\/strong><\/p>\n<p><strong>PENDAHULUAN<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu pertanyaan yang paling sukar dalam studi Kerajaan Allah adalah hubungannya dengan gereja. \u00a0Apakah kerajaan Allah itu, sesuai dengan makna kata itu, dapat diidenti\ufb01kasikan dengan gereja ? \u00a0Jika tidak, apa hubungannya ? \u00a0Bagi orang-orang Kristen dari tiga abad pertama, Kerajaan itu secara keseluruhan bersifat eskatologis. \u00a0Satu doa pada awal abad kedua mengatakan,<\/p>\n<p><em>\u201cIngatlah Tuhan, Gereja-Mu, untuk. . . mengumpulkannya bersama dalam kesuciannya dari keempat penjuru angin kepada kerajaan-Mu yang telah Engkau persiapkan untuknya\u201d (A. Von Harnack, \u201cMillennium\u201d, Encyclopedia Britannica, edisi ke-9, XVI, hal 328-329)<\/em>.<\/p>\n<p>Augustinus mengidenti\ufb01kasikan Kerajaan itu dengan gereja (<strong><em>City of God<\/em><\/strong>, XX, hal\u00a06-10), dan menjadi satu identi\ufb01kasi yang berkelanjutan dalam doktrin Katolik (D.M. Stanley dalam <strong><em>Theological Studies<\/em><\/strong>, X, 1955, hal 1-29), meskipun Schnackenburg menyatakan bahwa<\/p>\n<p><em>konsep baru gereja Katolik atas Kerajaan itu dalam terminologi heilgeschichtlichen sebagai karya penebusan Allah melalui gereja (God\u2019s Rule and Kingdom, 1963, hal 116).<\/em><\/p>\n<p><em>Melalui tradisi Reformasi, diabadikanlah satu ukuran identi\ufb01kasi antara Kerajaan dan gereja, meskipun dalam bentuk terbatas hingga sekarang (J. Orr, The Christian View of God and the World, 1897, hal 358; H.B. Swete, The Parables of the Kingdom, 1920, hal 31, 56).<\/em><\/p>\n<p>Gagasan ini perlu diuji dengan teliti untuk menentukan hubungan apa yang ada di antaranya.<\/p>\n<p>Banyak pakar menyangkal bahwa Yesus mempunyai gagasan menciptakan gereja. \u00a0Alfred Loisy memberi pernyataan pandangan klasik ini:<\/p>\n<p><em>Y<\/em><em>esus meramalkan Kerajaan Allah, tetapi gerejalah yang datang (A. Loisy, The Gospel and the Church, 1908, hal 166).<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang mengherankan adalah adanya pandangan yang agak serupa dengan hal ini dari Dispensasionalisme, yaitu<\/p>\n<p><em>Y<\/em><em>esus memberi Israel kerajaan duniawi Daud, tetapi ketika mereka menolaknya Ia memperkenalkan satu maksud baru membentuk gereja (A. Loisy, The Gospel and the Church, 1908, hal 25).<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam pandangan ini, tidak ada kesinambungan antara Israel dan gereja. Itulah sebabnya kita harus menguji banyak segi dari persoalan itu.<\/p>\n<p>Kalau, \u00a0seperti \u00a0yang \u00a0kita \u00a0perkirakan, \u00a0misi\u00a0Yesus\u00a0\u00a0 adalah\u00a0\u00a0 menahbiskan\u00a0\u00a0 pemenuhan\u00a0awal \u00a0dari \u00a0penggenapan \u00a0eskatologis, \u00a0dan bila dalam misi-Nya Kerajaan Allah benar- benar masuk ke dalam sejarah walaupun melalui bentuk yang sama sekali tidak terduga, maka tentunya mereka yang menerima pemberitaan kerajaan itu, tidak hanya \u00a0dipandang \u00a0sebagai \u00a0bangsa \u00a0yang akan\u00a0\u00a0 mewarisi\u00a0\u00a0 Kerajaan\u00a0\u00a0 eskatologis\u00a0\u00a0 itu saja,\u00a0\u00a0 tetapi\u00a0\u00a0 sebagai\u00a0\u00a0 umat\u00a0\u00a0 Kerajaan\u00a0\u00a0 itu pada masa kini yaitu kurang lebih gereja. Pertama kita harus meneliti sikap Yesus terhadap Israel, konsep pemuridan, dan hubungan antara Israel dan murid-murid Yesus dengan Kerajaan Allah.\u00a0 \u00a0Kemudian, atas dasar latar belakang ini kita dapat membahas arti pembentukan gereja.<\/p>\n<p><strong>YESUS DAN ISRAEL<\/strong><\/p>\n<p>Dalam penelitian ini, ada beberapa fakta yang menentukan. \u00a0<strong><em>Fakta pertama<\/em><\/strong>, Yesus\u00a0\u00a0 \u00a0tidak\u00a0\u00a0 \u00a0menjalankan\u00a0\u00a0 \u00a0pelayanan- Nya dengan maksud yang jelas untuk memulai satu gerakan baru, baik di dalam, maupun di luar Israel. \u00a0Ia datang sebagai seorang \u00a0Yahudi \u00a0kepada \u00a0bangsa \u00a0Yahudi. Ia menerima \u00a0kekuasaan \u00a0Perjanjian \u00a0Lama,\u00a0memenuhi kebiasaan-kebiasaan bait Allah, sibuk menjalankan ibadah sinagoge, dan sepanjang hidup-Nya Ia hidup sebagai orang Yahudi.\u00a0\u00a0 \u00a0Meskipun \u00a0sekali-sekali \u00a0Ia \u00a0pergi ke luar kawasan Yahudi, Ia menegaskan bahwa misi-Nya ditujukan kepada \u201cdomba- domba yang hilang dari umat Israel\u201d (Matius\u00a015:24). \u00a0Ia mengarahkan misi murid-murid- Nya jauh dari bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan menyuruh mereka hanya memberitakan kepada \u00a0bangsa \u00a0Israel \u00a0saja \u00a0(Matius \u00a010:5-6). \u00a0Alasan untuk ini tidaklah sulit. \u00a0Yesus dengan tegas berdiri pada latar belakang Perjanjian Lama dan janji-janji para nabi, dan memandang Israel, yang diberi wasiat dan janji-janji itu, sebagai \u201canak-anak Kerajaan\u201d yang alamiah (Matius 8:12).\u00a0 \u00a0Ungkapan mengenai domba yang hilang dari bangsa Israel tidak berarti bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi juga tidak hilang, tetapi hanya Israel sajalah umat Allah dan merekalah yang memiliki janji Kerajaan itu. \u00a0Itulah sebabnya, misi-Nya adalah memberitakan kepada Israel bahwa Allah sekarang bertindak untuk menggenapi janji-janji-Nya dan membawa Israel\u00a0 kepada\u00a0 tujuannya\u00a0 yang\u00a0 benar. Karena Israel adalah umat pilihan Allah, maka keseluruhan penggenapan itu tidak diberikan kepada dunia secara keseluruhan tetapi kepada anak-anak perjanjian.<\/p>\n<p><strong><em>Fakta kedua <\/em><\/strong>ialah\u00a0 \u00a0bahwa Israel secara keseluruhan telah menolak Yesus maupun pemberitaan-Nya tentang Kerajaan itu.<\/p>\n<p><em>Memang benar bahwa Yesus mengimbau Israel hingga akhir, tetapi agaknya, sampai akhir pun Ia tidak mengharapkan akan diterima oleh bangsa itu dan mendirikan satu kerajaan moral dan kebenaran yang menuntun bangsa Yahudi kepada satu moral yang mengatasi kerajaan Romawi. \u00a0Kenyataan kekecewaan dan duka cita \u00a0Yesus \u00a0atas \u00a0penolakan \u00a0Israel \u00a0(Matius\u00a0<\/em><em>23:37) dan nubuat atas kebinasaannya (Lukas 19:42) bukan berarti bahwa sejak awal Yesus tidak mengetahui kenyataan dan kekerasan penolakan Israel (A.M. Hunter, The Works and Words of Jesus, 1950, hal\u00a0<\/em><em>94).<\/em><\/p>\n<p>Sementara kita tidak mungkin menyusun kembali kronologi yang tepat dari kejadian-kejadian itu atau menelusuri tahap- tahap \u00a0penolakan\u00a0 Yesus \u00a0karena \u00a0sifat\u00a0 Injil, kita dapat menyimpulkan bahwa penolakan adalah salah satu motif awal dalam pengalamannya.<\/p>\n<p><em>Lukas dengan hati-hati menempatkan penolakan di Nazaret pada permulaan Injilnya (Lukas 4:16-30; bandingkan dengan Markus\u00a0<\/em><em>6:1-6) \u00a0untuk menyatakan catatan-catatan penggenapan Mesianis dan penolakan oleh Israel pada awal pelayanan Yesus (N.B. Stonehouse, The Witness of Luke to Christ,\u00a0<\/em><em>1951, \u00a0hal \u00a070-76;\u00a0\u00a0 \u00a0N. \u00a0Geldenhuys, \u00a0Luke,\u00a0<\/em><em>1950, hal 170).<\/em><\/p>\n<p>Markus menggambarkan pertentangan dan penolakan dari permulaan dan mencatat satu ungkapan yang barangkali berisikan satu kiasan terselubung tentang kekerasan akhir: \u201cTetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka\u201d (Markus 2:20). Walaupun alasan penolakan orang Yahudi terhadap Yesus itu kompleks, dalam inti pergumulan antara Yesus dan para penguasa Yahudi,\u00a0 \u00a0J.M. Robinson menemukan penolakan mereka terhadap Kerajaan yang diberitakan Yesus dan pertobatan \u00a0yang dituntut oleh pemberitaan itu (V. Taylor, <strong><em>The Life and Ministry of Jesus<\/em><\/strong>, 1954, hal 89). Pemberitaan Kerajaan itu dan panggilan kepada pertobatan menandai misi Yesus dari awal, dan itulah sebabnya baik secara psikologis maupun historis perlawanan itu sejak semual tak dapat diatasi, yang kemudian bertambah hebat hingga kematian Yesus digenapi.<\/p>\n<p><strong><em>Fakta ketiga<\/em><\/strong>, \u00a0sama-sama penting. Sementara\u00a0\u00a0\u00a0 Israel\u00a0\u00a0\u00a0 secara\u00a0\u00a0\u00a0 keseluruhan, baik para pimpinan, maupun rakyatnya menolak untuk menerima Kerajaan yang ditawarkan Yesus, satu kelompok penting menanggapinya dalam iman.\u00a0 \u00a0Pemuridan untuk yesus bukanlah seperti pemuridan seorang rabi Yahudi.\u00a0 \u00a0Para rabi itu tidak mengikat murid mereka kepada diri mereka, tetapi kepada Taurat sedangkan Yesus mengikat murid-murid-Nya kepada diri-Nya sendiri. \u00a0Para rabi menawarkan sesuatu di luar \u00a0diri \u00a0mereka; \u00a0Yesus \u00a0menawarkan \u00a0diri-Nya sendiri. \u00a0Yesus menuntut murid-murid- Nya untuk menyerahkan diri tanpa reserve kepada kekuasaan-Nya. \u00a0Dengan demikian mereka tidak hanya menjadi murid, tetapi juga <strong><em>douloi<\/em><\/strong>, hamba-hamba (Matius 10:24;\u00a024:45; Lukas 12:35-42). \u00a0Pemuridan Yesus mencakup jauh lebih daripada sekedar keikutsertaan dalam rombongan-Nya, melainkan tidak kurang dari perserahan pribadi secara utuh kepada Dia dan pemberitaan-Nya. \u00a0Alasan untuk itu adalah kehadiran Kerajaan Allah dalam pribadi dan pemberitaan Yesus. \u00a0Di dalam Dia, manusia berhadapan langsung dengan Allah sendiri.<\/p>\n<p>Selanjutnya, bila Yesus memberitakan keselamatan Mesianis, bila Ia menawarkan kepada\u00a0 Israel,\u00a0 penggenapan\u00a0 tujuannya yang benar, maka tujuan ini sesungguhnya digenapi bagi mereka yang menerima berita- Nya. \u00a0Mereka yang menerima keselamatan Mesianis ini menjadi Israel yang sejati, mewakili bangsa itu secara keseluruhan. Walaupun kata \u201cIsrael\u201d itu tidak pernah diterapkan kepada murid-murid Yesus, gagasannya memang ada kalau bukan sekedar terminologi.\u00a0 \u00a0Murid-murid Yesus adalah penerima keselamatan Mesianis, umat Kerajaan itu, yaitu Israel yang sejati.<\/p>\n<p><strong>SISA UMAT YANG PERCAYA<\/strong><\/p>\n<p>Konsep murid-murid Yesus sebagai Israel sejati ini dapat dipahami berdasarkan latar belakang konsep Perjanjian Lama tentang sisa-sisa umat yang masih setia. Para nabi melihat Israel secara keseluruhan sebagai pemberontak dan tidak taat sehingga ditentukan untuk menderita hukuman Ilahi. Namun dalam bangsa yang tidak setia itu masih ada sisa umat yang tetap percaya yang merupakan objek pemeliharaan Tuhan. Di sini sisa umat yang tetap percaya itu adalah umat Allah yang sejati.<\/p>\n<p>Memang benar bahwa Yesus tidak menggunakan konsep umat tersisa secara eksplisit.\u00a0 \u00a0Namun, bukankah itu adalah pertanda bahwa murid-murid sebagai \u201ckawanan kecil\u201d (Lukas 12:32) adalah referensi yang tepat terhadap konsep Perjanjian\u00a0 Lama,\u00a0 yaitu\u00a0 Israel\u00a0 sebagai domba gembalaan Allah, sekarang terwujud\u00a0dalam \u00a0murid-murid \u00a0Yesus \u00a0(Yesaya \u00a040:11)\u00a0? \u00a0Bukankah ini dengan tepat menunjukkan bahwa mereka adalah umat tersisa yang masih tetap setia ? \u00a0Ini tidak berarti satu kelompok yang terpisah.<\/p>\n<p><em>Bangsa Israel itu secara ideal adalah tetap \u00a0domba-domba \u00a0Allah \u00a0(Matius \u00a010:6;\u00a0<\/em><em>15:24); tetapi mereka tidak taat, kawanan yang tegar tengkuk, \u201cdomba yang hilang\u201d (Lukas 19:10) untuk menggenapi Yehezkiel\u00a0<\/em><em>34:15, untuk menyelamatkan domba-domba Israel yang hilang, membawa mereka kembali ke kandang keselamatan Mesianis. Israel\u00a0\u00a0 secara\u00a0\u00a0 keseluruhan\u00a0\u00a0 tuli\u00a0\u00a0 terhadap suara panggilan gembalanya; tetapi mereka yang mendengar dan mengikuti gembala itu membentuk kawanan-Nya, kawanan kecil, Israel sejati. \u00a0Ada hubungan langsung dan eksplisit antara kawanan domba dengan umat perjanjian Israel (P.S. Minear, Images of the Church in the NT, 1961, hal 85).<\/em><\/p>\n<p>Sementara pernyataan dalam Lukas<\/p>\n<p>12:32 menekankan aspek eskatologis Kerajaan itu, murid-murid Yesus akan mewarisi Kerajaan itu karena mereka sekarang adalah kawanan domba-Nya yang kecil. \u00a0Gembala itu telah menemukan dan membawa mereka pulang (Lukas 15:3-7). Hal itu terjadi karena mereka telah menjadi kawanan domba yang benar, umat Allah, dan bahwa Allah akan memberi mereka kerajaan eskatologis itu.<\/p>\n<p>Panggilan\u00a0 Yesus \u00a0kepada \u00a0kedua belas\u00a0 \u00a0murid\u00a0 \u00a0untuk\u00a0 \u00a0menyebarkan\u00a0 \u00a0misi- Nya telah terkenal secara meluas sebagai satu tindakan simbolis yang menyatakan kesinambungan\u00a0 antara\u00a0 murid-murid-Nya dan Israel. \u00a0Bahwa kedua belas murid itu mewakili Israel ditunjukkan oleh peranan eskatologis mereka. \u00a0Mereka akan duduk di atas dua belas takhta, \u201cuntuk menghakimi kedua belas suku Israel\u201d (Matius 19:28; Lukas 22:30). \u00a0Apakah ungkapan ini berarti bahwa kedua belas itu akan menentukan nasib Israel dengan penghakiman\u00a0 \u00a0atau memerintah atas mereka (lihat 1 Sam. 8:5;\u00a02 Raja 15:5; Maz. 2:10; juga W.G. Kummel, <strong><em>Promise and Ful\ufb01lment<\/em><\/strong>, 1957, hal 47), kedua belas murid itu\u00a0 ditentukan\u00a0 sebagai\u00a0kepala dari Israel eskatologis.<\/p>\n<p>Pengenalan bahwa kedua belas murid itu dimaksudkan untuk membentuk inti Israel yang sejati tidak meniadakan pandangan bahwa bilangan dua belas juga melibatkan satu tuntutan atas seluruh umat sebagai <strong><em>qahal <\/em><\/strong>Yesus (Qahal adalah Kata Ibrani untuk Israel sebagai jemaat Allah. \u00a0Arti pentingnya kedua belas murid itu ditekankan oleh W.G. Kummel, <strong><em>Promise and Ful\ufb01lment<\/em><\/strong>, 1957, hal\u00a047).\u00a0 \u00a0Dua belas sebagai bilangan lambang menunjuk ke belakang maupun ke depan; ke belakang kepada Israel yang lama dan ke depan kepada Israel eskatologis.<\/p>\n<p>Kedua belas orang itu dimaksudkan untuk menjadi penguasa Israel eskatologis; tetapi mereka sudah menjadi penerima berkat dan kuasa eskatologis.\u00a0\u00a0 \u00a0Itulah sebabnya mereka tidak hanya mewakili umat eskatologis Allah, tetapi juga mereka yang menerima tawaran keselamatan Mesianis masa kini.<\/p>\n<p><em>Oleh perumpamaan yang dilakukan dengan pemilihan kedua belas orang itu, Yesus mengajarkan bahwa Ia sedang membangun satu jemaat baru untuk menggantikan bangsa yang menolak berita- Nya (C.E.B. Cran\ufb01eld, Mark, 1959, hal 127; J.W. Bowman, The Intention of Jesus, 1943, hal 214).<\/em><\/p>\n<p><strong>Matius 16:18-19<\/strong><\/p>\n<p>Atas dasar latar belakang pemuridan dan hubungannya dengan Israel dan Kerajaan \u00a0Allah, \u00a0pernyataan \u00a0dalam \u00a0Matius\u00a016:18, itu konsisten dengan seluruh ajaran Yesus.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sesungguhnya\u00a0 ungkapan\u00a0 itu secara eksplisit menyatakan konsep yang mendasari seluruh misi Yesus dan tanggapan Israel terhadapnya.\u00a0 \u00a0Ungkapan itu tidak berbicara soal penciptaan satu organisasi atau institusi, juga tidak dapat ditafsirkan berkenaan dengan <strong><em>ekklesia <\/em><\/strong>Kristen sebagai yang khas tubuh dan mempelai Kristus, tetapi berkenaan dengan konsep Perjanjian Lama mengenai tentang Israel sebagai umat Allah. \u00a0Gagasan \u201cmembangun\u201d satu umat adalah satu ide Perjanjian Lama (Rut 4:11; Yer. 1:10; 24:6; 31:4; 33:7; Maz. 28:5; 118:22;\u00a0Amos 9:11). \u00a0Lebih jauh, <strong><em>ekklesia <\/em><\/strong>adalah satu istilah alkitabiah yang menyatakan Israel sebagai jemaat atau persekutuan Yahweh, sebagai padanan kata Ibrani <strong><em>qahal <\/em><\/strong>(Kis. 7:38 berbicara tentang Israel sebagai \u201c<strong><em>ekklesia <\/em><\/strong>di padang gurun\u201d, dan tidak menunjuk kepada gereja dalam pengertian Perjanjian Baru, lihat Ul. 5:22; Yehez. 10:12; Maz. 22:22; 107:37; Yoel 2:16; Mikha 2:5. G. Johnson, <strong><em>The Doctrine of the Church in the NT<\/em><\/strong>, 1943, hal 36). \u00a0Tidak jelas apakah Yesus menggunakan kata <strong><em>qahal <\/em><\/strong>atau <strong><em>edhah, <\/em><\/strong>yang keduanya dipakai secara umum dalam Perjanjian Lama untuk Israel sebagai umat Allah \u00a0(<strong><em>Edhah\u00a0 <\/em><\/strong>biasanya \u00a0diterjemahkan dalam LXX dengan \u2018Synagoge\u2019, dan tidak diterjemahkan sebagai <strong><em>ekklesia<\/em><\/strong>.\u00a0 \u00a0Dalam keempat buku Musa yang pertama, Yeremia dan Yehezkiel, <strong><em>qahal \u00a0<\/em><\/strong>juga diterjemahkan dalam LXX dengan <strong><em>synagoge. \u00a0<\/em><\/strong>Baik <strong><em>qahal <\/em><\/strong>maupun \u00a0<strong><em>edhah\u00a0 <\/em><\/strong>dalam \u00a0abad \u00a0pertama diganti dengan <strong><em>keneseth <\/em><\/strong>(Aram kenishta), yang juga dipakai oleh sinagoge lokal Yahudi).\u00a0 \u00a0KL Schmidt menekankan istilah terakhir <strong><em>kenishta<\/em><\/strong>, atas dasar bahwa Yesus memandang murid-murid-Nya sebagai satu sinagoge khusus yang membentuk Israel sejati.\u00a0 \u00a0Namun Yesus tidak bermaksud mendirikan satu sinagoge yang berbeda.<\/p>\n<p>Mungkin saja Yesus memandang persekutuan murid-murid-Nya sebagai Israel yang\u00a0 sejati\u00a0 di\u00a0 dalam\u00a0 bangsa\u00a0 yang\u00a0 tidak taat, dan bukan sebagai satu persekutuan separatis atau \u201ctertutup\u201d.\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Ia tidak mengembangkan satu tata ibadah baru, satu pemujaan baru , atau satu organisasi baru. Khotbah dan ajaran-Nya tetap dalam konteks iman dan praktek kebiasaan Israel secara keseluruhan. \u00a0Pengumuman Yesus tentang maksud-Nya untuk mendirikan <strong><em>ekklesia<\/em><\/strong>\u2013 Nya \u00a0terutama berkenaan dengan apa yang telah\u00a0\u00a0 kita\u00a0\u00a0 temukan\u00a0\u00a0 dalam\u00a0\u00a0 penyelidikan kita tentang pemuridan, yaitu bahwa persekutuan \u00a0yang \u00a0dibangun \u00a0oleh \u00a0Yesus itu berdiri atas kesinambungan langsung dengan Perjanjian Lama Israel. \u00a0Unsurnya yang khas adalah bahwa <strong><em>ekklesia <\/em><\/strong>itu secara khusus adalah, <strong><em>ekklesia <\/em><\/strong>Yesus: \u201c<strong><em>Ekklesia<\/em><\/strong>-Ku\u201d. \u00a0Demikianlah, Israel \u00a0yang sejati kini menemukan identitasnya yang khas dalam hubungannya dengan Yesus. Israel sebagai satu bangsa menolak keselamatan Mesianis yang diberitakan oleh yesus, tetapi banyak yang menerimanya.\u00a0 \u00a0Yesus memandang murid-murid-Nya mengambil alih\u00a0 \u00a0tempat Israel sebagai umat Allah yang benar.<\/p>\n<p>Tidakkah perlu membahas panjang lebar arti batu karang di mana orang-orang yang baru ini akan dibangun.<\/p>\n<p><em>Dalam pandangan pemakaian Semit di balik teks Yunani ini tidak ada permainan kata Yunani: petros (Petrus) sebagai batu karang dalam satu kapasitas resmi, sebab itu mereka menafsirkan\u00a0 \u00a0batu karang itu salah satu, Kristus sendiri (Luther) atau iman Petrus dalam Kristus (Calvin) \u2013 (B. Ramm, Foundation, V, 1962, hal 206-2016).<\/em><\/p>\n<p>Namun demikian, Cullmann secara pensuasif bersikeras mengatakan bahwa<\/p>\n<p><em>Batu karang itu sesungguhnya Petrus bukan dalam satu kapasitas resmi atau oleh kebaikan kuali\ufb01kasi pribadinya, melainkan sebagai wakil dari kedua belas orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias.\u00a0 \u00a0Batu karang itu adalah Petrus, si pengaku (D.H. Wallace dan L.E. Keck, Foundations, V, hal\u00a0<\/em><em>221, 230).<\/em><\/p>\n<p>Yesus mengantisipasi satu tahapan baru dalam pengalaman murid-murid-Nya di mana Petrus akan menjadi pemimpin yang menonjol.<\/p>\n<p><em>T<\/em><em>idak\u00a0 ada \u00a0petunjuk \u00a0dalam \u00a0konteks itu bahwa ini adalah satu kepemimpinan resmi yang dapat diwariskan Petrus kepada penerusnya. Sesungguhnyalah, Petrus batu karang fondasi itu dengan mudah dapat menjadi \u00a0batu \u00a0karang \u00a0sandungan \u00a0seperti yang ditunjukkan ayat-ayat berikutnya (P.S. Minear, Christian Hope and the Second Coming, 1954, hal 186).<\/em><\/p>\n<p>Ungkapan tentang pembangunan gereja sesuai dengan seluruh ajaran Yesus, dan ini berarti bahwa Ia memandang kelompok orang yang menerima berita-Nya itu \u00a0adalah \u00a0anak-anak \u00a0Kerajaan \u00a0itu, \u00a0Israel\u00a0yang sejati, umat Allah.<\/p>\n<p><em>T<\/em><em>idak ada syarat-syarat mengenai bentuk kelompok baru itu.\u00a0\u00a0 \u00a0Ungkapan mengenai \u00a0disiplin \u00a0dalam \u00a0\u201cgereja\u201d \u00a0(Matius\u00a0<\/em><em>8:17) memandang murid-murid itu sebagai satu persekutuan khusus, sebagaimana halnya dengan sinagoge Yahudi, tetapi memberi sedikit penjelasan pada bentuk atau organisasi persekutuan baru itu [Keautentikan ayat ini sering diragukan, tetapi \u201ctidak satu pun membenarkan pandangan bahwa Yesus tidak mungkin mengucapkan kata-kata itu\u201d] \u2013 (F.V. Filson, Matthew, 1960, hal 201).<\/em><\/p>\n<p>Gereja sebagai satu badan yang terpisah dari Yudaisme dengan organisasi dan tata ibadah sendiri adalah satu perkembangan historis \u00a0berikutnya, \u00a0tetapi itu adalah satu manifestasi historis dari satu persekutuan baru yang didirikan oleh yesus sebagai umat Allah yang benar, yang karena telah menerima keselamatan Mesianis yang menggantikan bangsa pemberontak itu sebagai Israel yang sejati.<\/p>\n<p><strong>KERAJAAN DAN GEREJA<\/strong><\/p>\n<p>Sekarang kita harus meneliti hubungan khusus antara Kerajaan itu dan gereja, dengan menerima bahwa kumpulan murid-murid Yesus sebagai cikal bakal gereja, atau gereja itu sendiri (\u2018gereja embrio\u2019). Pemecahan persoalan ini akan tergantung pada apa de\ufb01nisi Kerajaan itu. \u00a0Bila konsep dinamis Kerajaan itu benar, Kerajaan itu tidak pernah diidenti\ufb01kasikan dengan gereja. Kerajaan itu terutama adalah pemerintahan dinamis atau kekuasaan itu dialami.<\/p>\n<p><em>Dalam idiom alkitabiah, Kerajaan itu tidak diidenti\ufb01kasikan dengan subyeknya. Mereka adalah umat pemerintahan Allah yang \u00a0memasukinya, \u00a0hidup \u00a0di \u00a0dalamnya, dan diperintah olehnya.\u00a0 \u00a0Gereja adalah masyarakat Kerajaan itu, tetapi bukan Kerajaan itu sendiri.\u00a0 \u00a0Murid-murid Yesus adalah milik Kerajaan itu sebagaimana Kerajaan itu adalah milik mereka; tetapi mereka bukan kerajaan itu. Kerajaan adalah pemerintahan Allah, sedangkan gereja adalah \u00a0masyarakat \u00a0manusia \u00a0(R.N. \u00a0Flew,\u00a0<\/em><em>Jesus His Church, 1943, hal 13; H. Roberts, Jesus and the Kingdom of God, 1955, hal\u00a0<\/em><em>84, 107).<\/em><\/p>\n<ol>\n<li><strong> GEREJA BUKANLAH KERAJAAN ITU<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Hubungan ini dapat dijelaskan dalam lima segi. <strong><em>Pertama<\/em><\/strong>, Perjanjian Baru tidak menyamakan orang-orang percaya dengan Kerajaan itu.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Para misionari pertama memberitakan Kerajaan Allah, bukan gereja (Kis. 8:12; 19:8; 20:5; 28:23,31). \u00a0Tidaklah mungkin untuk menggantikan \u201cKerajaan\u201d dengan \u201cgereja\u201d dalam ucapan-ucapan demikian.\u00a0 \u00a0Satu-satunya referensi pada manusia \u00a0sebagai \u00a0<strong><em>basileia \u00a0<\/em><\/strong>adalah \u00a0Wahyu\u00a01:6 dan 5:10; tetapi manusia itu sangat terpilih bukan karena mereka subyek dari pemerintahan Allah, tetapi karena mereka akan berbagi pemerintahan Kristus. \u201cMereka akan memerintah . . . di bumi\u201d (Wahyu 5:10). Dalam\u00a0 ungkapan-ungkapan\u00a0 ini\u00a0 \u201ckerajaan\u201d itu bersinonim dengan \u201craja-raja\u201d, bukan dengan manusia, yang diperintah oleh Allah.<\/p>\n<p><em>T<\/em><em>idak satu pun ucapan dalam Injil yang menyamakan murid-murid Yesus dengan kerajaan itu. \u00a0Identi\ufb01kasi semacam itu sering terlihat dalam perumpamaan lalang; dan pernyataan bahwa Anak Manusia akan\u00a0\u00a0 \u00a0mengumpulkan\u00a0\u00a0 \u00a0segala\u00a0\u00a0 \u00a0sesuatu yang menyesatkan \u201cdari dalam Kerajaan- Nya\u201d (Matius 13:14) sebelum \u00a0kedatangan Kerajaan Bapa (Matius 13:43) tampaknya memang memberi petunjuk bahwa gereja sama dengan Kerajaan Kristus (T.W. Manson, \u00a0The \u00a0Teaching \u00a0of \u00a0Jesus, \u00a01935, hal 222; A.E. \u00a0Barnett, Understanding the Parables of Our Lord, 1940, hal 48-50; \u00a0G. MacGregor, Corpus Christi, 1958, hal 122).<\/em><\/p>\n<p>Namun, perumpamaan itu sendiri dengan jelas menyebutkan ladang itu sebagai dunia, bukan gereja (Matius 13:38). Berita perumpamaan itu tidak ada sangkut- pautnya dengan gereja, tetapi mengajarkan bahwa Kerajaan Allah telah merembes ke dalam sejarah tanpa \u00a0mengganggu struktur masyarakat. \u00a0Kebaikan dan kejahatan hidup bercampur di dunia sampai penggenapan eskatologis, meskipun\u00a0\u00a0 \u00a0Kerajaan Allah sendiri \u00a0telah \u00a0datang.\u00a0\u00a0 \u00a0Ungkapan \u00a0tentang\u00a0mengumpulkan \u00a0yang \u00a0jahat \u00a0dari \u00a0kerajaan itu adalah pemashur masa ke depan bukan masa lalu (George Eldon Ladd, Teologi PB, jilid 1, \u201cMisteri Kerajaan itu\u201d, hal 118-136).<\/p>\n<p>Adalah juga keliru untuk mengidenti\ufb01kasikan\u00a0 Kerajaan\u00a0 itu\u00a0 dan gereja berdasarkan Matius 16:18-19. \u00a0Vos menekan bahasa metafora itu terlalu jauh ketika ia bersikeras bahwa identi\ufb01kasi itu harus \u00a0dilakukan \u00a0karena \u00a0bagian \u00a0pertama dari ungkapan itu berbicara tentang fondasi rumah dan bagian kedua melihat rumah itu lengkap dengan pintu dan kunci.<\/p>\n<p><em>\u201cTidak mungkin itu berarti bahwa rumah itu berarti satu hal dalam pernyataan pertama dan hal lain dalam pernyataan kedua\u201d. \u00a0Itulah sebabnya Vos dengan yakin menegaskan bahwa gereja adalah Kerajaan (Vos, The Teaching of jesus Concerning the Kingdom of God and the Church, 1903, hal\u00a0<\/em><em>150).\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Namun, memang itulah karakter bahasa metafora yang memiliki sifat berubah-ubah seperti itu.\u00a0\u00a0 \u00a0Perikop ini menyatakan hubungan yang tak terpisahkan antara gereja dan kerajaan itu, tetapi bukan identitas keduanya. Ungkapan yang banyak mengenai masuk ke dalam Kerajaan itu tidaklah sama dengan memasuki gereja. Adalah membingungkan jika dikatakan bahwa \u201cgereja adalah bentuk Kerajaan Allah yang ada antara kenaikan dan kedatangan kembali Yesus\u201d (\u2018Gereja [bukan sebagai lembaga,\u00a0\u00a0 \u00a0tetapi\u00a0\u00a0 \u00a0sebagai\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 masyarakat yang dikasihi] adalah Kerajaan Allah di dalam proses historis\u2019).\u00a0 \u00a0Memang, ada analogi tertentu antara alam konsep itu dalam hal Kerajaan itu sebagai lingkungan pemerintahan Allah maupun gereja sebagai dunia di mana manusia boleh masuk. Tetapi Kerajaan itu sebagai alam pemerintahan Allah masa kini tidaklah kelihatan, bukan fenomena dunia ini, sedangkan gereja itu adalah satu badan manusia yang empiris. Tepatlah perkataan John Bright bahwa<\/p>\n<p><em>T<\/em><em>idak ada petunjuk sedikit pun bahwa gereja yang kelihatan itu adalah Kerajaan Allah \u00a0atau \u00a0menghasilkan \u00a0Kerajaan \u00a0Allah\u00a0<\/em><em>(John Bright, The Kingdom of God, 1953, hal\u00a0<\/em><em>236).<\/em><\/p>\n<p><em>Gereja adalah rakyat dari Kerajaan itu, bukan Kerajaan itu sendiri. \u00a0Itulah sebabnya tidaklah menolong untuk mengatakan bahwa gereja adalah \u201cbagian dari kerajaan itu\u201d, atau bahwa di dalam penggenapan eskatologis gereja dan \u00a0Kerajaan akan menjadi sama (R.O. Zorn, Church and the Kingdom, 1962, hal 9, 83, 85).<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong> KERAJAAN ITU MENCIPTAKAN GEREJA<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kekuasaan Allah yang dinamis yang hadir dalam misi Yesus itu, menantang manusia untuk menanggapi, dan membawa mereka ke dalam satu persekutuan yang baru. Hadirat Kerajaan itu berarti penggenapan pengharapan\u00a0 Mesianis\u00a0 yang\u00a0 dijanjikan dalam\u00a0 Perjanjian\u00a0 Lama\u00a0 kepada\u00a0 Israel; tetapi ketika bangsa itu secara keseluruhan menolak tawaran itu, maka mereka yang menerimanya, dibentuk sebagai umat Allah yang baru, anak-anak Kerajaan, Israel yang sejati, gereja yang baru jadi.<\/p>\n<p><em>\u201cGereja adalah hasil dari kedatangan Kerajaan Allah ke dalam dunia oleh misi Yesus Kristus\u201d (H.D. Wendland, The Kingdom of God and History, 1938, hal 188).`<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perumpamaan menebarkan jala mengandung pelajaran tentang karakter gereja dan hubungannya dengan Kerajaan itu. \u00a0Kerajaan itu adalah satu tindakan yang diumpamakan dengan penebaran jala melalui laut. Dalam gerakannya, jala itu menangkap bukan saja ikan yang baik, tetapi juga yang jelek; dan ketika jala itu ditarik ke pantai, ikan- ikan itu harus dipilih. Itulah tindakan Allah di antara manusia. Kerajaan itu sekarang tidak menciptakan satu persekutuan yang murni; bahkan di dalam rombongan Yesus terdapat seorang pengkhianat. Walau perumpamaan ini harus ditafsirkan berkenaan dengan pelayanan Yesus, namun prinsip-prinsipnya diterapkan di gereja.\u00a0 \u00a0Tindakan Kerajaan Allah\u00a0 \u00a0di\u00a0 \u00a0antara\u00a0 \u00a0manusia\u00a0 \u00a0menciptakan satu\u00a0 persekutuan\u00a0 campuran,\u00a0 pertama dalam murid-murid Yesus dan kemudian dalam\u00a0 \u00a0gereja.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Kedatangan\u00a0 \u00a0eskatologis<\/p>\n<p>Kerajaan itu akan berarti penghakiman atas masyarakat manusia secara umum (lalang) dan khususnya atas gereja (penebaran jala). Hingga saat itu, persekutuan yang tercipta oleh \u00a0tindakan \u00a0Kerajaan \u00a0Allah \u00a0masa \u00a0kini akan meliputi orang-orang yang sebenarnya bukan anak-anak Kerajaan itu. \u00a0Karena itu, gereja yang empiris memiliki dua karakter. Mereka adalah umat Kerajaan itu namun masih \u00a0belum \u00a0menjadi \u00a0orang-orang \u00a0yang ideal karena masih terdapat beberapa\u00a0 yang sebenarnya bukan anak-anak Kerajaan itu.<\/p>\n<p><em>Jadi, \u00a0memasuki Kerajaan itu berarti ikut serta dalam gereja; tetapi masuk gereja tidak berarti sama dengan masuk ke dalam Kerajaan itu (R. Schnackenburg, God\u2019s Rule and Kingdom, hal 231).<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>III.<\/strong> <strong>GEREJA BERSAKSI UNTUK KERAJAAN\u00a0\u00a0 ITU<\/strong><\/p>\n<p>Gereja tidak dapat membangun atau menjadi Kerajaan itu, melainkan menyaksikan Kerajaan itu \u2013 tentang tindakan penebusan Allah di dalam Kristus, baik masa lampau maupun yang akan datang. \u00a0Ini dilukiskan dalam misi yang diberikan Yesus kepada kedua belas orang murid (Matius 10) dan kepada ketujuh puluh orang murid (Lukas<\/p>\n<p>10) \u00a0serta \u00a0dipertegas \u00a0dalam \u00a0pemberitaan para rasul dalam buku Kisah Para Rasul.<\/p>\n<p>Jumlah utusan pada dua kali misi khotbah itu kelihatannya memiliki makna simbolis. \u00a0Kebanyakan pakar yang menolak anggapan bahwa pemilihan kedua belas murid-rasul itu dimaksudkan untuk menjadi cikal bakal Israel sejati, melihat bahwa dalam bilangan dua belas itu satu gambaran penting bahwa Yesus menunjukkan berita-Nya untuk seluruh Israel.\u00a0 \u00a0Itulah sebabnya kita juga harus memandang bahwa 70 itu mempunyai simbolis.\u00a0\u00a0 \u00a0Karena \u00a0menurut \u00a0tradisi\u00a0 Yahudi ada 70 bangsa di dunia dan bahwa Taurat yang pertama diberikan dalam 70 ungkapan kepada semua orang, maka pengutusan ke-<\/p>\n<p>70 orang itu secara implisit merupakan satu penegasan bahwa pemberitaan Yesus harus didengar, bukan saja oleh israel, tetapi oleh semua orang.<\/p>\n<p>Dimasukkannya \u00a0orang-orang \u00a0bukan\u00a0Yahudi\u00a0 \u00a0sebagai\u00a0 \u00a0penerima\u00a0 \u00a0Kerajaan\u00a0 \u00a0itu\u00a0diajarkan dalam ungkapan lain.\u00a0 \u00a0Ketika penolakan Israel terhadap penawaran Kerajaan itu tak dapat diubah lagi. \u00a0Yesus dengan sungguh-sungguh mengumumkan bahwa Israel tidak lagi menjadi umat pemerintahan Allah, dan bahwa tempat mereka diambil alih oleh orang lain yang terpercaya (Markus 12:1-9). \u00a0Perkataan ini oleh Matius ditafsirkan sebagai, \u201cKerajaan Allah akan diambil daripadamu dan akan diberikan kepada satu bangsa yang akan menghasilkan \u00a0buah \u00a0Kerajaan \u00a0itu\u201d \u00a0(Matius\u00a021:43). Jeremias berpendapat bahwa<\/p>\n<p><em>Makna asli perumpamaan ini adalah pemberitaan Injil Yesus kepada orang miskin. \u00a0Karena para pemimpin bangsa itu menolak pemberitaan itu, tempat mereka sebagai \u00a0penerima \u00a0Injil\u00a0\u00a0 harus\u00a0\u00a0 digantikan oleh orang miskin yang mendengar dan menanggapinya (J. Jeremias, The Parables of Jesus, 1963, hal 76; A.M.\u00a0<\/em>Hunter menunjukkan bahwa\u00a0<em>Penafsiran ini kelihatannya sembarangan [A.M. Hunter, Interpreting the Parables, 1960, hal 94]).<\/em><\/p>\n<p>Namun demikian, sesuai dengan Yesaya 5, bahwa kebin anggur itu adalah Israel sendiri, lebih besar kemungkinannya bahwa penafsiran Matius itu benar dan perumpamaan\u00a0\u00a0 itu\u00a0\u00a0 berarti\u00a0\u00a0 bahwa\u00a0\u00a0 Israel tidak akan lagi menjadi umat kebun anggut Allah, tetapi akan diganti oleh orang lain yang \u00a0menerima \u00a0berita \u00a0Kerajaan \u00a0itu \u00a0(Pra rabi mengajarkan bahwa pada masa silam Kerajaan itu telah diambil dari Israel karena dosa-dosanya dan telah diberikan kepada bangsa-bangsa di dunia).<\/p>\n<p>Gagasan serupa timbul pada latar belakang eskatologis dalam ungkapan mengenai\u00a0 penolakan\u00a0 anak-anak\u00a0 Kerajaan itu \u2013 Israel \u2013 dan penggantiannya oleh orang bukan Yahudi dari mana-mana untuk duduk dalam perjamuan Mesias di dalam Kerajaan eskatologis Allah (Matius 8:11-12).<\/p>\n<p>Bagaimana keselamatan orang-orang bukan Yahudi ini akan digenapi dinyatakan dalam pernyataan Bukit Zaitun. \u00a0Sebelum tiba mas akhir, \u201cInjil harus diberitakan dahulu\u00a0kepada semua bangsa\u201d (Markus 13:10); dan menurut versi Matius yang dianggap sebagai bentuk lebih tua oleh Jeremias, menjelaskan bahwa inilah kabar baik tentang Kerajaan Allah \u00a0(Matius \u00a024:14) \u00a0yang \u00a0dikhotbahkan oleh Yesus sendiri (Matius 4:23; 9:35). Kritik terakhir menolak keautentikan ungkapan ini (W.G. Kummel, \u00a0<strong><em>Promise \u00a0and \u00a0Ful\ufb01lment<\/em><\/strong>, hal 85) atau menafsirkannya sebagai satu pemberitaan esktologis oleh para malaikat yang akan menggenapi keselamatan orang- orang bukan Yahudi pada akhir zaman (J. Jeremias, <strong><em>Jesus Promise to the Nations<\/em><\/strong>,\u00a01958, hal22). Namun Cran\ufb01eld menunjukkan bahwa kata kerja <strong><em>keryssein \u00a0<\/em><\/strong>dalam Markus selalu menunjuk kepada pelayanan manusia dan \u00a0itulah \u00a0sebabnya \u00a0kata \u00a0dalam \u00a0Markus\u00a013:10 itu lebih cenderung memiliki pengertian\u00a0Perjanjian Baru yang khas.<\/p>\n<p><em>Hal itu adalah bagian dari maksud eskatologis Allah bahwa sebelum akhir zaman, semua bangsa harus memiliki kesempatan mendengar Injil (G.R. Beasley- Murray, \u00a0Jesus \u00a0and \u00a0the \u00a0Future, \u00a01954, \u00a0hal\u00a0<\/em><em>194).<\/em><\/p>\n<p>Di sini kita menemukan ekstensi teologi pemuridan bahwa misi gereja adalah menyaksikan \u00a0Injil \u00a0Kerajaan \u00a0itu \u00a0di \u00a0dunia. Israel bukan lagi saksi Kerajaan Allah karena gereja telah mengambil alih tempatnya. Itulah sebabnya K.E. Skydsgaard mengatakan bahwa:<\/p>\n<p><em>Sejarah Kerajaan Allah telah menjadi sejarah misi Kristen (K.E. Skydsgaard, Kingdom of God is Christian Mission, 1951, hal 390).<\/em><\/p>\n<p>Jika murid-murid Yesus adalah mereka yang telah menerima hidup dan persekutuan \u00a0Kerajaan \u00a0itu,\u00a0 dan \u00a0jika \u00a0hidup ini sesungguhnya adalah antisipasi atas Kerajaan\u00a0\u00a0 eskatologis,\u00a0\u00a0 maka\u00a0\u00a0 salah\u00a0\u00a0 satu tugas utama dari gereja ialah menunjukkan hidup dan persekutuan dari Masa Yang Akan Datang dalam masa jahat masa kini. Gereja memiliki karakter ganda sebab termasuk dalam dua masa. \u00a0Gereja adalah umat pada Masa Yang Akan Datang, tetapi masih hidup dalam masa kini, dan dari orang-orang fana\u00a0yang berdosa.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Ini berarti bahwa walau gereja berada dalam masa kini tidak akan pernah mencapai kesempurnaan, namun gereja harus menunjukkan tatanan hidup sempurna, yaitu Kerajaan eskatologis Allah.<\/p>\n<p>Dukungan eksegese untuk pandangan ini secara implisit ditemukan dalam penekanan besar yang diberikan Yesus pada pengampunan dan kerendahan hati di antara murid-murid-Nya. \u00a0Perhatian terhadap hal- hal yang besar yang merupakan hal lumrah dewasa ini, adalah satu kontradiksi dalam kehidupan Kerajaan itu (Markus 10:35 dst.). Mereka yang telah mengalami Kerajaan Allah itu harus menunjukkan kehidupan yang bersedia melayani dengan kerendahan hati, dan bukan berjuang untuk diri sendiri.<\/p>\n<p>Bukti\u00a0 lain\u00a0 dari\u00a0 kehidupan\u00a0 Kerajaan itu adalah satu persekutuan yang tidak terganggu oleh rasa dengki dan benci. Itulah sebabnya Yesus banyak mengatakan tentang pengampunan karena pengampunan yang sempurna adalah bukti dari kasih. \u00a0Yesus bahkan mengajarkan bahwa pengampunan manusia dan pengampunan ilahi tidak dapat dipisahkan (Matius 6:12, 14). Perumpamaan mengenai pengampunan menjelaskan bahwa pengampunan manusia dikondisikan oleh pengampunan ilahi (Matius 8:23-25). Maksud\u00a0\u00a0 perumpamaan\u00a0\u00a0 ini\u00a0\u00a0 ialah\u00a0\u00a0 bahwa bila seseorang merasa telah menerima pengampunan Allah, yang tak bersyarat dan yang sebetulnya tidak \u00a0layak diterima, yaitu salah satu anugerah dari Kerajaan itu dan kemudian ia tidak bersedia mengampuni kesalahan orang lain yang realtif sepele, maka ia menyangkali kenyataan bahwa ia memiliki pengampunan ilahi dan kelakuannya itu bertentangan dengan kehidupan dan karakter \u00a0Kerajaan \u00a0itu.\u00a0 Sesungguhnya orang semacam itu belum mengalami pengampunan Allah. \u00a0Itulah sebabnya tugas gereja\u00a0 \u00a0adalah\u00a0 \u00a0menunjukkan\u00a0 \u00a0kehidupan dan persekutuan Kerajaan Allah dan Masa Yang Akan Datang dalam masa yang jahat yang hanya mencari untuk kepentingan diri sendiri, keangkuhan, dan kedengkian. \u00a0Hal itu adalah unsur penting dalam kesaksian gereja untuk Kerajaan Allah.<\/p>\n<p><strong>IV.GEREJA ADALAH ALAT KERAJAAN<\/strong><\/p>\n<p>Murid-murid Yesus tidak hanya memberitakan kabar baik mengenai kehadiran \u00a0Kerajaan \u00a0itu,\u00a0 mereka \u00a0juga adalah alat dari Kerajaan itu dalam hal bahwa\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 pekerjaan-pekerjaan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kerajaan itu dilaksanakan melalui mereka seperti halnya melalui Yesus sendiri.\u00a0\u00a0 \u00a0Sementara mereka pergi memberitakan Kerajaan itu, mereka\u00a0 juga\u00a0 menyembuhkan\u00a0 orang\u00a0 sakit dan \u00a0mengusir \u00a0setan \u00a0(Matius \u00a010:8; \u00a0Lukas\u00a010:17). \u00a0Walaupun mereka adalah utusan, namun kuasa Kerajaan itu juga bekerja melalui mereka seperti melalui Yesus. Kesadaran\u00a0 mereka\u00a0 bahwa\u00a0 mujizat-mujizat ini terjadi bukan oleh kuasa mereka sendiri menunjukkan bahwa mereka tidak pernah mengadakan mujizat dalam persaingan atau kesombongan. Laporan ketujuh puluh orang murid itu diberikan tanpa kepentingan pribadi dan perserahan total sebagai alat-alat Allah.<\/p>\n<p>Kebenaran itu tersirat dalam pernyataan bahwa gerbang alam maut tidak akan menguasai gereja (Matius 16:18). Gambaran tentang pintu alam maut ini adalah satu konsep orang Semit yang umum (Yesaya 38:10; Mazmur 9:13; 107:18; Ayub\u00a038:17).\u00a0 Arti yang tepat dari ucapan ini tidak jelas.<\/p>\n<p><em>Mungkin berarti bahwa gerbang alam maut (Hades) yang dipercayai sebagai sesuatu yang tertutup di belakang semua orang mati sehingga tidak mungkin kembali, sekarang tidak lagi akan sanggup menguasai kurban-kurbannya, tetapi dipaksa terbuka oleh kuasa-kuasa Kerajaan yang dijalankan melalui gereja. \u00a0Gereja menjadi lebih kuat daripada kematian dan akan melepaskan manusia dari kuasa alam maut menuju kehidupan (Peter: Disciple-Apostle, Martyr, hal 202).<\/em><\/p>\n<p>Namun, sesuai dengan kata kerja yang\u00a0 dipakai\u00a0 kelihatannya\u00a0 alam\u00a0 maut adalah \u00a0agresor \u00a0yang \u00a0menyerang \u00a0gereja. Jadi artinya, bila manusia dibawa ke dalam keselamatan Kerajaan Allah yang bekerja melalui gereja, maut telah kehilangan kuasanya atas manusia dan tak sanggup menuntut kemenangan akhir.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tidaklah\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0perlu\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0menghubungkan hal ini dengan kon\ufb02ik eskatologis akhir, sebagaimana yang dilakukan oleh Jeremias (J. Jeremias, <strong><em>The Document of\u00a0 \u00a0New Testament<\/em><\/strong>, VI, hal 927), mungkin hal itu dapat dipahami sebagai suatu perpanjangan kon\ufb02ik antara Yesus dengan iblis (P.S. Minear, <strong><em>Images of the Church in the NT<\/em><\/strong>, hal\u00a050), yang pada kenyataannya sudah dialami murid-murid Yesus.\u00a0 \u00a0Sebagai\u00a0 \u00a0alat dari kerajaan itu, mereka telah melihat manusia dibebaskan dari perhambaan penyakit dan maut (Matius 10:8). \u00a0Pergumulan Mesianis dengan kuasa maut yang mengamuk semasa pelayanan Yesus dan yang telah dialami juga oleh murid-murid-Nya, akan berlanjut pada masa depan dan gereja akan menjadi alat Kerajaan Allah dalam pergumulan ini.<\/p>\n<p><strong>V<\/strong><strong>. GEREJA: \u201cPENJAGA KERAJAAN\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Menurut konsep rabi, Kerajaan Allah Yahudi mengandung pengertian bahwa Israel adalah penjaga Kerajaan itu. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah yang dimulai di bumi sejak Abraham dan dijalankan terhadap Israel melalui Taurat. \u00a0Karena pemerintahan Allah hanya dapat dialami melalui Taurat, dan karena Israel adalah penjaga Taurat, maka akibatnya, Israel adalah penjaga Kerajaan Allah. \u00a0Bila seorang bukan yahudi menjadi pemeluk agama Yahudi, dengan menjalankan Taurat, dengan sendirinya ia menerima kedaulatan surga, kedaulatan kerajaan Allah.\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0Pemerintahan Allah dijalankan ke atas bangsa-bangsa bukan Yahudi melalui Israel; mereka sendirilah \u201canak-anak Kerajaan itu\u201d.<\/p>\n<p>Di dalam Yesus, pemerintahan Allah memanifestasikan diri dalam peristiwa penebusan, yang menyatakan kuasa-kuasa kerajaan eskatologis dalam cara yang tidak terduga dalam sejarah. Bangsa Israel secara keseluruhan menolak pemberitaan peristiwa ilahi ini, tetapi mereka yang menerimanya dijadikan anak-anak Kerajaan yang sejati dan masuk dalam sukacita berkat dan kuasa-Nya. Murid-murid Yesus ini <strong><em>ekklesia<\/em><\/strong>\u2013 Nya,\u00a0 \u00a0sekarang menjadi petugas-petugas Kerajaan itu, bukan bangsa Israel. Kerajaan itu diambil dari Israel dan diberikan kepada\u00a0bangsa lain \u2013 <strong><em>ekklesia <\/em><\/strong>Yesus (Matius 12:9). Murid-murid\u00a0\u00a0 Yesus\u00a0 \u00a0bukan\u00a0 \u00a0hanya\u00a0 \u00a0saksi dan alat Kerajaan itu karena menyatakan kuasanya pada masa ini; mereka adalah penjaganya.<\/p>\n<p>Kenyataan ini terungkap dalam ungkapan mengenai kunci Yesus akan memberi kunci-kunci kerajaan surga kepada <strong><em>ekklesia<\/em><\/strong>-Nya\u00a0 dan\u00a0 apa\u00a0 pun\u00a0 yang\u00a0 mereka ikat atau lepaskan di bumi akan terikat atau terlepas di surga (Matius 16:19).<\/p>\n<p><em>Karena idiom mengikat dan melepaskan dalam pemakaian para rabi sering\u00a0\u00a0 menunjuk\u00a0\u00a0 kepada\u00a0\u00a0 larangan\u00a0 \u00a0dan izin melakukan tindakan tertentu, maka ungkapan ini sering ditafsirkan berkaitan dengan pengawasan atas administrasi gereja (O Cullmann: Peter: Disciple \u2013 Apostle\u00a0<\/em><em>\u2013 Martyr, hal 204).<\/em><\/p>\n<p>Latar belakang konsep ini ditemukan dalam Yesaya 22:22 di mana Allah mempercayakan kunci rumah Daud kepada Elyakim, satu tindakan yang mencakup pengelolaan seluruh rumah itu.\u00a0 \u00a0Sesuai dengan\u00a0 \u00a0penafsiran\u00a0 \u00a0ini,\u00a0\u00a0 kepada\u00a0 \u00a0Petrus, Yesus memberikan kuasa untuk membuat keputusan untuk tindakan-tindakan di gereja yang akan diawasinya.\u00a0\u00a0 \u00a0Ketika Petrus menyingkirkan kebiasaan Yahudi sehingga ada \u00a0persekutuan\u00a0 dengan\u00a0 orang-orang bukan Yahudi, ia menjalankan kekuasaan administrasi (Kis. 10-11).<\/p>\n<p>Hal \u00a0ini \u00a0memang \u00a0mungkin, \u00a0namun ada penafsiran lain yang lebih dekat.\u00a0 Yesus mengutuk ahli-ahli Taurat dan orang Farisi karena mereka telah mengambil kunci pengetahuan, dan menghalangi orang masuk ke dalam Kerajaan Allah, padahal mereka sendiri \u00a0tidak \u00a0mau \u00a0masuk \u00a0(Lukas\u00a011:52). \u00a0Pemikiran yang sama timbul dalam Injil \u00a0pertama \u00a0(Matius), \u00a0\u201cCelakalah \u00a0kamu, hai kamu ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, hai\u00a0\u00a0 kamu\u00a0\u00a0 orang-orang\u00a0\u00a0 muna\ufb01k,\u00a0\u00a0 karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Surga di depan orang. \u00a0Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk\u201d (Matius 23:13).<\/p>\n<p><em>Dalam \u00a0idiom \u00a0Alkitab, \u00a0pengetahuan itu \u00a0melampaui \u00a0persepsi \u00a0intelektual. Hal \u00a0<\/em><em>itu adalah \u201charta rohani yang berdasarkan penyataan\u201d (R. Bultmann, NT Theology, 1, hal 700).<\/em><\/p>\n<p>Kekuasaan yang dipercayakan kepada Peturs itu berdasarkan atas penyataan, yaitu pengetahuan rohani yang dimiliki bersama dengan kedua belas murid. Sebab itu\u00a0K<em>unci-kunci kerajaan itu adalah \u201cpengertian batin yang akan menyanggupkan Petrus menuntun orang lain masuk melalui pintu penyataan yang telah dilewatinya\u201d (R.N. Flew, Jesus and His Church, hal 95).<\/em><\/p>\n<p>Kuasa untuk mengikat dan melepaskan mencakup kuasa untuk mengizinkan masuk atau mengeluarkan orang dari alam Kerajaan Allah. Kristus akan membangun <strong><em>ekklesia<\/em><\/strong>-Nya atas Petrus dan atas mereka \u00a0yang ikut berbagi wahyu ilahi tentang keMesiasan Yesus. Kepada mereka juga diserahkan wahyu yang sama kuasa untuk mengizinkan orang-orang memasuki alam berkat Kerajaan itu atau mengeluarkan orang-orang dari keikutsertaan yang demikian.<\/p>\n<p>Penafsiran ini didukung oleh penggunaan para rabi, karena pengikatan dan pelepasan dapat juga menunjuk kepada penugasan atau pemecatan (Strack dan Billerbeck, <strong><em>Komentar, I, <\/em><\/strong>hal 738). \u00a0Arti ini terungkap dengan sangat jelas dalam Matius\u00a018:18 di mana seorang anggota jemaat yang tidak bertobat dari dosa terhadap saudaranya, harus dikucilkan dari persekutuan; karena \u201capa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga\u201d. Kebenaran yang sama ditemukan dalam satu ungkapan Yohanes di mana Yesus yang telah bangkit melakukan tindakan perumpamaan dengan menghembuskan nafas kepada murid- murid-Nya, yang berarti menjanjikan Roh Kudus sebagai pelengkap misi masa depan mereka. Sesudah itu Yesus berkata, \u201cJikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada\u201d (Yohanes 20:23).\u00a0 \u00a0Ini tidak dapat dipahami\u00a0sebagai wewenang yang sewenang-wenang, melainkan adalah suatu hal yang pasti untuk menyaksikan Kerajaan Allah. Lebih jauh, itu bukan wewenang yang dijalankan Petrus, tetapi oleh semua murid, oleh gereja.<\/p>\n<p>Dalam kenyataannya, murid-murid telah menjalankan kuasa mengikat dan melepaskan ini ketika mereka mengunjungi kota-kota Israel untuk memberitakan Kerajaan Allah. \u00a0Di mana saja mereka dan berita mereka diterima, damai sejahtera tinggal atas rumah itu; tetapi sebaliknya, di mana saja mereka dan berita mereka ditolak, hukuman Allah telah ditetapkan \u00a0atas rumah itu (Matius 10:14-15).<\/p>\n<p><em>Sesungguhnyalah, mereka adalah alat dari kerajaan itu dalam hal pengampunan dosa-dosa; dan atas dasar fakta itu, mereka juga petugas Kerajaan itu.\u00a0 \u00a0Pelayanan mereka itu membuahkan hasil yang nyata, yaitu membuka pintu Kerajaan itu untuk manusia \u00a0atau \u00a0menutupnya \u00a0bagi \u00a0mereka yang menolak berita mereka (O Cullmann, Peter: Disciple-Apostle-Martyr, hal 205).<\/em><\/p>\n<p>Kebenaran ini dinyatakan dalam ungkapan lain, \u201cBarangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku dan barangsiapa menyambut\u00a0\u00a0\u00a0 Aku,\u00a0\u00a0 \u00a0ia\u00a0\u00a0 \u00a0menyambut\u00a0\u00a0 \u00a0Dia yang mengutus Aku\u201d (Matius 10:40; lihat Markus 9:37). \u00a0Gambaran dramatis tentang pemisahan domba dari kambing menyatakan cerita\u00a0 yang\u00a0 sama\u00a0 (Matius\u00a0 25:31-46).\u00a0\u00a0 \u00a0Ini tidak dapat dipahami sebagai satu program penggenapan eskatologis, yang paling pokok. \u00a0Yesus mengutus murid-murid-Nya (\u201csaudara-saudara-Nya\u201d; bandingkan dengan Matius 12:48-50) ke dunia sebagai petugas Kerajaan itu.\u00a0 \u00a0Karakter misi pemberitaan mereka ialah seperti yang dijelaskan dalam Matius 10:9-14.\u00a0 \u00a0Keramahtamahan yang mereka terima dari para pendengar mereka adalah satu bukti nyata dari reaksi manusia terhadap pemberitaan mereka.\u00a0 \u00a0Mereka akan tiba dalam beberapa kota kecil dalam keadaan \u00a0letih \u00a0lesu \u00a0dan \u00a0sakit; \u00a0lapar \u00a0dan haus, dan kadang-kadang dipenjarakan karena memberitakan Injil. \u00a0Beberapa akan menyambut mereka, menerima pemberitaan mereka \u00a0dan \u00a0melayani \u00a0kebutuhan \u00a0jasmani\u00a0mereka; \u00a0yang \u00a0lain \u00a0akan \u00a0menolak \u00a0mereka maupun berita mereka.<\/p>\n<p><em>\u201cPerbuatan orang-orang benar itu bukan hanya sekedar perbuatan baik. Perbuatan \u00a0itu \u00a0adalah \u00a0tindakan \u00a0di \u00a0mana misi Yesus dan para pengikut-Nya dibantu, dibantu dengan pengorbanan, bahkan pengorbanan yang mengandung resiko\u201d (T.W. Manson, The Sayings of Jesus, 1949, hal. 251).<\/em><\/p>\n<p>Untuk\u00a0 \u00a0menafsirkan\u00a0 \u00a0perumpamaan ini sebagai ajaran bahwa orang-orang yang menunjukkan kebajikan adalah \u201corang Kristen yang tidak terduga\u201d tanpa referensi kepada misi dan pemberitaan Yesus, berarti mengangkat perumpamaan itu secara keseluruhan dari konteks historisnya.<\/p>\n<p><em>Perumpamaan itu menyatakan kesetiakawanan antara Yesus dan murid- murid-Nya pada waktu Ia mengutus mereka ke dunia membawa kabar baik dari Kerajaan itu (J.R. Michaels, \u201cApostle Hardship and Righteous Gentles\u201d, 1965, hal 27-37).<\/em><\/p>\n<p>Nasib akhir manusia akan ditentukan oleh cara mereka menanggapi utusan- utusan Yesus.\u00a0 \u00a0Menerima mereka berarti menerima Tuhan yang mengutus mereka. Meskipun ini bukan fungsi resmi, namun jelaslah bahwa murid-murid Yesus \u2013 gereja- Nya \u2013 adalah petugas Kerajaan itu. \u00a0Melalui pemberitaan Injil Kerajaan itu di dunia akan ditetapkan siapa yang akan masuk ke dalam Kerajaan eskatologis dan siapa yang ditolak.<\/p>\n<p><strong>KESIMPULAN<\/strong><\/p>\n<p>Kerajaan dan gereja memang dapat dipisahkan, tetapi keduanya tidak dapat diidenti\ufb01kasikan. \u00a0Kerajaan itu bermula dari Allah, gereja dari manusia.\u00a0 \u00a0Kerajaan ini adalah pemerintahan Allah \u00a0dan merupakan alam di mana berkat-berkat pemerintahan- Nya dialami, sedangkan gereja adalah persekutuan dari mereka yang telah mengalami pemerintahan Allah dan masuk ke dalam sukacita berkat-berkat-Nya. Kerajaan itu menciptakan \u00a0gereja, bekerja melalui gereja, dan diberitakan di dunia oleh gereja.\u00a0\u00a0 \u00a0Tidak \u00a0akan \u00a0ada \u00a0Kerajaan \u00a0tanpa\u00a0gereja, yaitu mereka yang telah mengenal pemerintahan Allah, dan tidak akan ada gereja tanpa Kerajaan Allah; tetapi keduanya tetap merupakan dua konsep yang berbeda, yaitu pemerintahan Allah dan persekutuan.<\/p>\n<p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><div class=\"et_pb_row et_pb_row_0 et_pb_row_empty\">\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div> Oleh: Tjahjadi Chandra, M.Th. PENDAHULUAN Salah satu pertanyaan yang paling sukar dalam studi Kerajaan Allah adalah hubungannya dengan gereja. \u00a0Apakah kerajaan Allah itu, sesuai dengan makna kata itu, dapat diidenti\ufb01kasikan dengan gereja ? \u00a0Jika tidak, apa hubungannya ? \u00a0Bagi orang-orang Kristen dari tiga abad pertama, Kerajaan itu secara keseluruhan bersifat eskatologis. \u00a0Satu doa pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-1538","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel_teologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1539,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions\/1539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}