{"id":790,"date":"2018-11-14T13:46:40","date_gmt":"2018-11-14T06:46:40","guid":{"rendered":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/?p=790"},"modified":"2019-08-07T08:31:56","modified_gmt":"2019-08-07T01:31:56","slug":"tafsiran-1-yohanes-5-6-12","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/?p=790","title":{"rendered":"Tafsiran 1 Yohanes 5 : 6-12"},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section bb_built=&#8221;1&#8243;][et_pb_row][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243;][et_pb_text _builder_version=&#8221;3.3.1&#8243;]<\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Nama\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Robert William<\/span><br \/>\n<span lang=\"EN-US\">NIM\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 : 09.01.006<\/span><br \/>\n<span lang=\"EN-US\">Dosen\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Ibu Frederika Lay, M.Th.<\/span><\/p>\n<p>Nats \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 1 Yohanes 5 : 6 \u2013 12<br \/>\n<span lang=\"EN-US\">Konteks Umum \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0: 1 Yohanes<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0<\/span>I. \u00a0Persekutuan dengan Allah (1:5 \u2013 2:28)<\/p>\n<p>a. Prinsip-prinsip Persekutuan dengan Allah (1:5 \u2013 2:2)<\/p>\n<p>b. \u00a0Manifestasi-manifestasi Persekutuan dengan Allah (2:3 \u2013 28)<\/p>\n<p>II \u00a0Anak-anak Allah (2:29 \u2013 3:24)<\/p>\n<p>III. Roh Kebenaran (4:1 \u2013 6)<\/p>\n<p>IV Kasih Allah (4:7 \u2013 5:3)<\/p>\n<p>V \u00a0Jaminan dari Allah (5:4 \u2013 20)<\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Konteks Dekat \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0: 1 Yohanes 5:1-5 dan 1 Yohanes 5:13-17<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Konteks Jauh \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 : Yohanes 19:9 ; Bilangan 19<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Latar Belakang \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 :<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Lima kitab dalam PB ditulis oleh Yohanes: satu kitab Injil, tiga buah surat dan kitab Wahyu. Walaupun Yohanes tidak memperkenalkan dirinya dengan menyebut namanya di surat ini, saksi-saksi dari abad kedua (mis, Papias, Ireneus, Tertullianus, Klemens dari Aleksandria) menegaskan bahwa surat ini ditulis oleh rasul Yohanes, salah seorang dari dua belas murid Yesus. Kesamaan kuat dalam gaya penulisan, kosakata, dan tema di antara surat ini dengan Injil Yohanes memperkuat kesaksian kekristenan mula-mula yang dapat diandalkan bahwa kedua kitab ini ditulis oleh rasul Yohanes.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Penerima surat ini tidak disebutkan. Tidak ada salam atau nama orang, tempat, atau peristiwa di dalam surat ini. Penjelasan yang paling tepat untuk menerangkan kenyataan yang agak aneh ini ialah bahwa dari tempat tinggalnya di Efesus, Yohanes menulis surat yang sama kepada berbagai gereja di provinsi Asia yang berada di bawah tanggung jawab rasulinya. \u00a0Karena jemaat-jemaat itu mempunyai persoalan dan kebutuhan yang sama, Yohanes menulis berbagai surat edaran dan mengutus utusan pribadinya yang membawa salamnya secara lisan.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Kata Kunci\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Persekutuan<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Ayat Kunci\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 1:3 \u2013 4, 5:11-13<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Tujuan<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Maksud Yohanes dalam menulis surat ini adalah :<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">1. Untuk membeberkan dan menyangkal doktrin dan etika yang salah dari para guru palsu<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">2. Untuk menasehati anak-anak rohaninya agar mengejar suatu kehidupan persekutuan yang kudus dengan Allah dalam kebenaran, dalam sukacita penuh dan kepastian hidup yang kekal, melalui iman yang taat kepada Yesus sebagai Putera Allah dan dengan kehadiran Roh Kudus<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Sitz im Lebem<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Persoalan yang paling menonjol yang melatar belakangi penulisan surat ini ialah ajaran palsu mengenai keselamatan dalam Kristus dan cara bekerjanya di dalam diri orang percaya. Beberapa orang, yang dahulu merupakan bagian dari sidang pembaca kini sudah meninggalkan persekutuan jemaat (2:19), tetapi hasil dari ajaran palsu, mereka masih memutarbalikkan Injil mengenai bagaimana mereka bisa \u201cmengetahui\u201d bahwa mereka mempunyai hidup yang kekal. Dari segi doktrin, ajaran sesat mereka menyangkal bahwa Yesus itulah Kristus (2:22; bd. 5:1) atau bahwa Kristus menjelma menjadi manusia (4:2 \u2013 3); dari segi etika, mereka mengajarkan bahwa menaati perintah Kristus (2:3 \u2013 4; 5:3) dan hidup kudus dan terpisah dari dosa (3:7 \u2013 12) dan dari dunia (2:15 \u2013 17) tidak diperlukan untuk iman yang menyelamatkan.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Kota Efesus terletak di dataran subur dekat muara sungai kayter. Pada zaman Paulus kota ini merupakan pusat perdagangan. Kota ini merupakan ibukota dari propinsi Asia Kecil, kota tersebut dipimpin oleh seorang wali negeri. Kekristenan tiba di kota ini sekitar tahun 55 M oleh pelayanan rasul Paulus dan dia menulis sebuah surat edaran kepada gereja di Efesus dan gereja-gereja lain yang didirikan olehnya sekitar 8 tahun kemudian. Sebelum Yohanes tinggal di kota ini, banyak orang telah melakukan pekerjaan pelayanan untuk Kristus di Efesus (Akwila dan Priskila, Kis. 18:19; Trofimus Kis. 21:29; keluarga onesiforus 2 Tim. 1 : 16 \u2013 18 dan Timotius).<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Moralitas di Efesus sangat rendah. Kuil Diana\/ Artemis yang terkenal merupakan pusat pelacuran berkedok agama.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Karena penulis tidak memperkenalkan dirinya untuk para pembaca dalam 1 Yohanes, bisa mengasumsikan bahwa Yohanes mengenal mereka. Ia jelas merasa tidak perlu baik untuk mengidentifikasi dirinya sendiri atau memberitahukan\u00a0 posisinya di gereja awal untuk memperkuat kekuasaannya. Secara sepintas, sikap diam\u00a0 penulis untuk menyebutkan namanya atau posisi juga merupakan ciri khas dari Injil Yohanes. Segera menjadi jelas bahwa guru-guru palsu yang menyebabkan masalah dalam masyarakat saat itu (1 Yohanes 2:27; 4:1).<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Bagaimana ?<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Yohanes memberi kesaksian tentang Anak Allah kepada pembaca sehubungan dengan ajaran guru-guru palsu yang beredar.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Mengapa ?<br \/>\nAyat 6 \u2013 8. Bukti bahwa Yesus adalah Allah<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Dengan air dan dengan darah. Air menunjuk kepada baptisan Yesus pada awal pelayan-Nya (Yoh. 1:31 \u2013 33), sedangkan darah menunjuk kepada kematiannya di kayu Salib (Yoh. 19:34) Air dan darah menjadi suatu sarana mentahirkan dalam Bilangan 19 dan dalam ibrani 9:13,22. <\/span>Yesus dibuktikan sebagai Anak Allah dan Mesias yang dijanjikan<span lang=\"EN-US\">,<\/span> oleh air, yaitu baptisan-Nya<span lang=\"EN-US\"> (Yoh. 1:29-34)<\/span>, ketika Roh Allah turun dari langit kepadanya, dan suara dari surga berkata, \u201cInilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Yesus Kristus <span lang=\"EN-US\">juga datang<\/span> <span lang=\"EN-US\">dengan<\/span> darah. Ia mencurahkan darah-Nya bagi dosa-dosa dunia, dan ini sesuai dengan semua bahwa para nabi Yahudi telah menulis tentang Dia. Dia datang untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, untuk memberi kita hidup yang kekal, dan membawa kita kepada Allah<span lang=\"EN-US\">. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. <\/span>Tidak ada kesaksian lebih tinggi dari kebenaran itu sendiri (<span lang=\"EN-US\">Yoh.<\/span>14:17; 15:26; 16:13). <span lang=\"EN-US\">Dia adalah Roh Allah dan Ia tidak dapat berbohong. Ada 3 yang memberi kesaksian Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu\u00a0 (Dengan \u00a03 atau 2 orang saksi perkara itu tidak disangsikan Mat 18:16 dan ulangan 17:6, 2 Kor. 13:1) kesaksian Roh Kudus ditambah kedua fakta tersebut yaitu baptisan-Nya dan kematian-Nya.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Ayat 9 \u00a0Kesaksian Allah lebih kuat<\/span><\/p>\n<p>Rasul <span lang=\"EN-US\">Yohanes<\/span> menyimpulkan,<span lang=\"EN-US\"> j<\/span>ika kita menerima <span lang=\"EN-US\">ke<\/span>saksi<span lang=\"EN-US\">an<\/span> manusia, <span lang=\"EN-US\">kesaksian<\/span>Allah adalah lebih besar, dimana Allah telah bersaksi tentang Anak-Nya, <span lang=\"EN-US\">j<\/span>ika kita menerima kesaksian <span lang=\"EN-US\">seseorang <\/span>(kesaksian tersebut diakui di semua <span lang=\"EN-US\">daerah yudikatif<\/span>dan di semua bangsa), kesaksian Allah lebih besar. Ini adalah kebenaran itu sendiri, otoritas tertinggi dan paling infalibilitas tak terbantahkan. Allah, yang tidak bisa berbohong, telah diberikan jaminan yang cukup kepada dunia bahwa Yesus Kristus adalah Anak-Nya<span lang=\"EN-US\"> yang diutus <\/span>untuk me<span lang=\"EN-US\">nyelamatkan dunia ini. <\/span><span lang=\"EN-US\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Ayat 10 \u2013 12 Hidup yang kekal di dalam Anak-Nya<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Siapa yang tidak percaya kepada Allah, pada dasarnya, mengatakan bahwa Allah adalah pendusta, karena ia tidak percaya\u00a0 bahwa Allah memberikan Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia ini. Artinya dia \u00a0percaya bahwa Allah mengutus Anak-Nya ke dunia untuk menipu dan memimpin dalam kesalahan dan penderitaan, bahkan ke dalam kematian kekal, yang membuat Allah Bapa pencipta langit bumiberbohong. Isi dari kesaksian mengenai Yesus Kristus adalah Allah telah memberikan kepada orang yang percaya hidup yang kekal, dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya, Hidup itu adalah Anak. Anak adalah kehidupan kekal, Yoh. 1:2. Dia yang percaya kepada Anak adalah percaya \u00a0bahwa dirinya memiliki hidup yang kekal. Dia yang tidak percaya Yesus, tidak memiliki hidup kekal.<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Kesimpulan<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 1. Lewat baptisan-Nya dan kematian-Nya di kayu salib ditambah kesaksian dari Roh Kudus, menjadi bukti bahwa Yesuslah juruselamat dunia, \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 tidak ada yang lain<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 2. Hidup kekal hanya dapat diperoleh dalam Kristus Yesus, karena dia hanya satu-satunya jalan kepada hidup kekal<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Penerapan<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 1. Berhati-hati dengan ajaran palsu yang menyimpang dengan apa yang dikatakan Alkitab<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a02. Mengajar jemaat dengan\u00a0 pengajaran yang sesuai Alkitab supaya tidak terbawa ajaran yang menyesatkan<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-US\">Kepustakaan<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">Matthew Henry Commentary<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">The Pulpit Commentary<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">Barne\u2019s Notes<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">Wesley Notes<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">NIV<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">KJV<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">NKJV<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">The Adam Clarke Commentary<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li><span lang=\"EN-US\">Wycliffe Bible Commentary<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span lang=\"EN-US\">10. <\/span><span lang=\"EN-US\">Alkitab Sabda<\/span><\/p>\n<p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p><div class=\"et_pb_row et_pb_row_0 et_pb_row_empty\">\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t\t\n\t\t\t<\/div> Nama\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Robert William NIM\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0 : 09.01.006 Dosen\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Ibu Frederika Lay, M.Th. Nats \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 1 Yohanes 5 : 6 \u2013 12 Konteks Umum \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0: 1 Yohanes \u00a0I. \u00a0Persekutuan dengan Allah (1:5 \u2013 2:28) a. Prinsip-prinsip Persekutuan dengan Allah (1:5 \u2013 2:2) b. \u00a0Manifestasi-manifestasi Persekutuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-790","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel_teologi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=790"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":791,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/790\/revisions\/791"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sttkharisma.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}